Mimpi Bersama Luka

 Semalam aku bermimpi bertemu dengan luka, disuatu tempat yang tak jelas keberadaanya. tapi yang jelas suasana itu cukup mencekam. aku dan Luka duduk berdua di atap gedung menikmati suasana sembari memandangi kondisi di bawah yang cukup anarkis. 

Sesaat aku menatap wajah Luka sambil berkata dalam hati "Akhirnya kita bisa bertemu lagi". kemudian aku menanyakan goresan dikaki Luka akibat kecelakaan kemarin. "bagaimana kondisimu? kudengar kemarin kamu cidera, bagaimana kamu bisa seceroboh itu Luka? sepi tidak ada sepatah kata pun yang keluar dri mulut Luka, hanya bibirnya yang tersenyum sambil menatap ku. oh tidak, tatapan itu aku sangat merindukanya. "Aku baik-baik saja Gendis" hanya satu kalimat saja yang keluar dari mulutnya, tak apa itu sudah cukup melegakan.

Tak lama Luka menatapku dengan tatapan sayupnya. tanganya meraih tanganku dengan pelan, diusapnya perlahan dengan ibu jarinya sebelum akhirnya ia genggam. Aku ingat betul udara saat itu cukup dingin. anging berhembus cukup kencang meski cuaca sore itu cukup cerah. Tak lama aku memberanikan diri menyenderkan kepalaku ku ke bahu Luka. senangnya dia membalas dengan merangkul bahuku ke pelukanya. aroma tubuh itu sangan terasa wangi keringat dan parfum yang bercampur. aku sangat menyukai aroma itu. 

Ada rasa hangat dan nyaman saat kami saling terdiam seolah kami saling paham tentang apa yang kami rasakan satu sama lain. sayangnya tak lama setelah itu ada segerombol dokter yang memaksa kami untuk menjalani pemerikasaan. dan luka terkonfirmasi positif  covid-19. keadaan memaksa kami untuk berpisah, Luka harus menjalani karantina mandiri disebuah kamar khusus. 

Sial sekali, bahkan dalam mimpipun kami tetap harus berpisah. tapi setidaknya rinduku cukup terobati lewat mimpi aneh ini bersama Luka. 

Komentar