Sembunyi
Mencintai seseorang adalah suatu proses perjalanan
kehidupan yang panjang dan penuh misteri. Karena kita tidak akan tau dengan
siapa cinta itu akan berlabu. Akan ada banyak hari yang harus dilewati untuk
dapat menyadarinya. Awalnya mungkin kamu
akan merasa sangat nyaman dan bahagia saat menemukanya. Tapi dalam hati akan
timbul banyak pertanyaan. Apakah dia orangnya? Mengapa dia? Pantaskah aku
bersamanya? Atau apa dia juga memiliki rasa yang sama? Pertanyaan seperti itu
kerap kali muncul dalam situasi seperti itu.
Sayang sekali siklus percintaan kadang tidak semulus
itu. Beberapa kali hanya bertepuk sebelah tangan. Sisanya hanya sekedar
kepalsuan. Aku hanya menganggap diriku beruntung bisa dicintai beberapa lelaki.
Padahal aku sadar betul tidak ada ketulusan didalamnya. Anehnya aku balik
menampakan topeng yang seolah akupun juga balik mencintai mereka, padahal aku
sendiri risih setengah mati jika harus berhadapan dengan mereka. Sudah-sudah itu
tidak semenyedihkan itu ko. Ada beberapa kebahagiaan yang terselip ketika aku
menjalaninya.
Tapi perlu diketahui ada beberapa hal yang sangat
membuatku termenung. Ketika aku benar-benar menyadari bahwa aku memiliki perasaan
pada salah satu teman. Awalnya hanya sekedar nyaman dan senang ketika berada
didekatnya. Itu berlangsung cukup lama, sampai aku menyadari aku memiliki rasa
cemburu ketika ia berdekatan dengan teman perempuanku yang lain. Aku menolak
mati-,atian perasaan itu. Merasa ini tidak seharusnya terjadi, tapi naas aku
malah semakin merindukanya. Sampai pada saat dimana aku menerima kenyataan
bahwa aku benar-benar memiliki rassa itu. Kemundian aku bingung harus ku apakan
perasaan ini. Kau tau aku hanya bisa diam membisu, menahan segala kemungkinan
agar tidak ketahuan. Menahan diri agar tidak terlihat begitu menonjol. Sikapku terus
kujaga agar tidak ada satu orangpun yang menebakku.
Sia-sia. Salah satu teman menyadarinya tapi apa
boleh buat aku hanya bisa menyangkalnya dan memberikan beberapa alasan yang logis
ketika di interogasi mengenaimu. Aku terlalu takut dan pengecut hanya untuk
sekedar ketahuan.
Kau tau pa yang ku fikirkan saat ini? Rasa ini
adalah titipan tuhan tanpa aku memintanya dan aku anggap ini adalah sebuah
anugrah karena terdapat keindahan didalamnya. Yang salah adalah ketika aku
mengharapkan sesuatu yang lebih kepadamu yang tidak pernah tahu menau tentang
perasaan yang sudah kacau sejak saat kau memberikan senyuman itu. Salah jika
aku berharap kau akan memiliki perasaan yang sama. Apalagi memaksa kehendak
agar kau menjadi milikku. Tidak, aku tidak serakus itu. Untuk itu aku
sembunyikan rapih agar tidak ada satu orang pun yang tahu. Biar rasa ini
memudar dengan sendirinya.
Tegal, 6 April 2020
Komentar
Posting Komentar